Kecepatan Angin Dasar untuk Beban Angin (SNI 03-1727-2013)

Ada yang aneh dengan standar pembebanan terbaru negeri kita ini. Khususnya pada bahasan mengenai beban angin. Jika teman-teman pembaca pernah mencoba untuk menerapkan beban angin dengan mengacu pada SNI 03-1727-2013, barangkali anda akan kebingungan dalam menentukan berapa nilai kecepatan angin dasar yang dipersyaratkan oleh standar. Baca: Contoh Perhitungan Beban Angin sesuai Standar Terbaru (SNI 03-1727-2013)

Seperti yang umum diketahui, SNI 03-1727-2013 merupakan produk adopsi dari code ASCE 7-10 yang notabene-nya dibuat berdasarkan kondisi wilayah di negeri paman Sam, Amerika Serikat (USA). Sebenarnya, jika dicermati lebih jauh, pada ASCE 7-10 terlampir peta angin (wind map) yang menunjukkan sebaran kecepatan angin yang digunakan dalam proses perhitungan beban. Namun, tentu peta tersebut tidak bisa diterapkan pada wilayah kita secara serta merta.


Sebagai acuan normatif, kita dapat mengambil nilai kecepatan angin dasar, V (m/s), berdasarkan standar dari Australia, HB 212-2002 – Design Wind Speeds for the Asia-Pacific Region. Standar ini merupakan publikasi yang dikeluarkan oleh Australian Standard untuk nilai kecepatan angin pada area Asia Pasifik. Menurut HB 212-2002, wilayah Indonesia sebagai daerah di sekitar garis ekuator masuk kedalam level I, yang ditunjukkan pada gambar berikut:

Dari publikasi ini dapat kita lihat bahwa nilai wind speed adalah 32 m/s untuk periode 50 tahunan dan 40 m/s untuk periode 500 tahunan.

Berdasarkan standar tersebut, kita dapat mengambil nilai V = 32 m/s untuk desain beban angin pada kondisi layan (serviceability design) dan V = 40 m/s pada kondisi batas (strength design).

Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Kecepatan Angin Dasar untuk Beban Angin (SNI 03-1727-2013)

  • September 30, 2019 at 15:28
    Permalink

    tapi itu bukan dr Lembaga yang berwenang. Sayangnya kalau dr user kadang. kecepaan diambil dr data iklim saja.

    Reply

Leave a Reply