Contoh Perhitungan Beban Angin (SNI 03-1727-2013)

Sebagai seorang engineer yang cerdas, tentu kita harus senantiasa menyesuaikan perkembangan standar dari waktu ke waktu. Pemahaman mengenai perubahan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sebuah desain, selayaknya dijaga oleh seorang perencana. Pasalnya, penulis sendiri masih terus mendapati perhitungan-perhitungan yang mengacu pada standar lama yang sejatinya sudah tergantikan dengan yang baru. Hal ini mungkin menjadi wajar, saat mendapati banyak perencana yang sudah terlanjur “senior”, namun enggan beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

Oleh karena itu, sebagai gambaran dan cara untuk mempermudah perhitungan beban angin, penulis mencoba membuat spreadsheet yang diadaptasi dari standar terbaru (SNI 03-1727-2013).

Download File

Menentukan nilai beban akibat hembusan angin yang bekerja pada struktur bangunan tergantung dari kecepatan angin, letak geografis, bentuk dan ketinggian bangunan, serta kekakuan struktur. Bangunan yang berada pada lintasan angin, akan menyebabkan angin berbelok atau berhenti. Akibatnya, energi kinetik partikel udara yang bergerak berubah menjadi energi potensial, berupa tekanan atau hisapan pada permukaan bangunan.

Standar terbaru perhitungan pembebanan minimum untuk bangunan gedung dan struktur lain, SNI 03-1727-2013, mengadopsi code ASCE 7-10. Sehingga, pada penerapannya, kita dapat menyepadankan prosedur yang tertuang dalam code tersebut. Langkah perhitungan beban angin, dicantumkan dalam SNI 03-1727-2013 berikut:

Pemahaman yang menyeluruh mengenai pendekatan perhitungan beban akan menghasilkan produk desain yang sesuai kriteria pada setiap kasus yang dihadapi. Semoga bermanfaat. 🙂

7 thoughts on “Contoh Perhitungan Beban Angin (SNI 03-1727-2013)

Leave a Reply